APAKAH FORMAT ACARA TV ITU ?
Mendesain program acara untuk televisi itu seperti membuat masakan principle siap untuk dimakan bahkan dijual.Pandailah Anda meracik bumbu agar masakan Anda lezat enak dimakan.Mungkin kita ingin membuat ayam goreng principle enak dan lezat sedang kita sendiri tidak mengerti untuk siapa kita memproduksi/ membuatnya? Untuk konsumsi keluarga? Untuk anak-anak muda? Atau profesional muda? Untuk kalangan umum atau spesial? Atau sekadarayam goreng konsumsi sendiri? Nah... kalau semuanya sudah jelas baru kita melangkah ke langkah kedua. Yakni kita memutuskan Akan memproduksi/membuat ayam goreng. Setelah tim kreatif berembug dan menentukan Akan membuat program acara televisi dengan sasaran penonton pada umumnya, maka hasil penentuan program acara tersebutterlebih dahulu dipresentasikan ke produser.
Dengan kata lain sebelum kita membuat sebuah program acara
terlebih dahulu kita harus membuat style produksi (proposal).
Kita pun harus bisa menjawab beberapa pertanyaan seperti:
ambil contoh Anda ingin membuat deep-fried chiken keluarga, pertanyaannya
keluarga siapa? keluarga principle mana? atau keluarga principle tinggal di
mana? Kalau kita ingin memproduksi/membuatfried chiken keluarga para
konglomerat papan atas principle memiliki uang tanpa seri karena terlalu
Perlu diingat televisi bukanlah
menu yang ditonton para orang berduit (konglomerat) saja. Televisi adalah juga
menu yang dimiliki oleh siapa pun, dari kalangan apa pun termasuk para kaum
papa (marginal), kaum berduit (proletar), para ibu-ibu RW, anak-anak sekolah
dari SD - SMA, para pedagang rambutan di pasar, penjaga warung tegal (Warteg)
di terminal dan stasiun, seluruh warga negeri ini dan juga kita, siapa pun
kita. Setiap orang punya hak untuk menonton, menikmati, mencaci, memaki,
memuji, membenci, dan semua me-me-me lainnya terhadap tayangan televisi kita
buat.
Agar hal ini tidak terjadi, kita
tidak boleh salah dalam menentukan Format Acara. Apalagi, kalau kita bertugas
sebagai script
writer (creative) yang menjadi "juru
masak/koki" di balik panggung layar kaca televisi meskipun biasanya
penentuan jenis program acara, produser-lah yang menentukan. Dengan menentukan
sebuah Format Acara Televisi maka minimal kita sudah "mempropaganda"
pola berpikirdan imajinasi para penonton. Tentunya, kita harus menjadi
"propaganda" yang menghibur dan mendidik penonton, bukan mengoyak
ketenteraman penonton. Kita harus mampu membuat terobosan baru yang lebih fresh dan "gila" dalam
mengemas Format Acara Televisi dengan tetap memperhatikan etika ketimuran dan
nilai-niiai kearifan lokai yang kita anut.

Komentar